Tampilkan postingan dengan label air kolam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air kolam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Mengajarkan Olahraga Renang Untuk Si Bayi





SEJAK bayi sebenarnya seorang anak sudah dapat diajarkan olahraga renang, sebab saat di dalam kandungan, seorang bayi telah terbiasa berada di dalam cairan selama 9 bulan. Dalam cairan ketuban, seorang bayi akan merasa nyaman dan hangat. Karena itu sejak lahir, si kecil telah memiliki kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air dan tidak takut saat berada di dalam air.

Pada usia sekitar empat bulan, seorang bayi telah punya 'reflek menyelam' yang mencegahnya menelan air saat berada di dalam air. Itu sebabnya, di usia ini si kecil akan sangat mudah untuk dilatih untuk olahraga renang.

Tapi setelah otaknya berfungsi dengan baik, reflek ini akan berangsur menghilang, sehingga mau tak mau ia harus kembali belajar menahan napas di dalam air.

Memperkenalkan olahraga renang, harus dilakukan secara bertahap, yaitu:

1.Mulailah dengan mengajak si kecil bermain-main di pinggir kolam terlebih dulu, misalnya dengan memukul-mukul air. Bila ia terlihat takut terkena cipratan air, jangan dipaksakan.
  
2.Buatlah suasana yang menyenangkan saat bermain di dalam air, sehingga keberaniannya terbentuk. Sesekali biarkan air kolam terpercik ke wajahnya.
  
3.Bila si kecil sudah terlihat lebih berani, gendong ia dan masukkan ke dalam kolam. Biarkan sementara waktu hingga ia merasa aman dan tetap berada di dekat Anda.
  
4.Pukul-pukullah permukaan kolam untuk mengajaknya bermain, atau ajak ia bernyanyi bersama sehingga ia lebih santai dan merasa senang. Ikuti dengan berbagai gerakan di air, sambil bernyanyi atau bermain di dalam kolam.
  
5.Apabila kepercayaan dirinya telah tumbuh, ajak ia bermain pura-pura menjadi pesawat. Caranya dengan menengkurapkan si kecil dengan menyangga badannya di telapak tangan kiri Anda, sementara perut dan kakinya disangga dengan telapak kanan Anda. Tekukkan kedua siku lengan, sehingga tubuhnya dekat dengan tubuh Anda dan ia merasa aman. Setelah itu katakan, "Asyik, pesawatnya bisa terbang...."
Berenang juga dapat menjadi sarana yang tepat dalam membentuk kepribadian, karena anak yang belajar berenang akan tumbuh menjadi anak yang lebih percaya diri, bahagia, mandiri dan mudah menyesuaikan diri.

Keuntungan lainnya, gerakan anggota badan si kecil saat berenang pun, diduga dapat merangsang pertumbuhan syaraf-syaraf tepi. Sehingga syaraf otaknya menjadi lebih aktif dan diharapkan mampu meningkatkan kepintarannya.

Jadi jangan lupa untuk menemani si kecil saat berenang, karena kedekatan yang terjalin erat antara orangtua dan anak adalah yang terpenting bagi perkembangannya. Keakraban antara orangtua dan anak, sangat berharga saat ia dewasa kelak.


http://www.artikellama.blogspot.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 26 Mei 2010

Warning bagi yang Suka Bercinta di Kolam Renang



Di balik romantisme yang tersaji, bercinta di
kolam renang bisa berbahaya.
Membayangkan adegan bercinta di kolam renang memang menggoda para pasangan yang menyukai petualangan cinta. Elemen air yang ada sanggup membangun kesan romantis, seksi, dan penuh sensasi. Tapi, amankah bercinta di dalam kolam renang?
 
Konsultan seks di Majalah Glamour, dr Kate, mengatakan, melakukan hubungan seksual di kolam renang memiliki risiko tinggi, terutama bagi wanita. Kandungan kaporit dalam air bisa mengakibatkan iritasi pada lubang organ intim.
 
Ancaman penyakit bahkan juga datang meskipun hubungan seksual dilakukan di kolam renang pribadi yang terbebas dari kaporit. "Risiko tetap saja ada karena kita tidak bisa memastikan apakah air kolam terbebas dari bakteri dan mikroba," ujarnya.
 
Saat berhubungan intim, zat-zat kimia berbahaya dalam air atau mikroba bisa masuk ke tubuh melalui lubang organ intim. Kondisi ini biasanya tidak disadari hingga munculnya keluhan seperti peradangan atau infeksi di tubuh.
 
Tak hanya itu, saat bercinta di kolam renang sesungguhnya akan menciptakan rasa yang tidak nyaman. Sebab, air di kolam akan melarutkan lubrikan alami sehingga akan membuat organ intim wanita kering. "Jika ingin kesan romantis bercinta di air, lebih baik cukup di bawah shower kamar mandi saja," ujarnya.
  

http://kosmo.vivanews.com