Tampilkan postingan dengan label biaya produksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biaya produksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

SpeedBoat Kendaraan Yang Banyak Diburu




MATAHARI bersinar redup. Sebuah kapal long boat mengapung di atas muara Kali Dadap menghadap ke Pantai Tanjung Pasir yang berombak tenang. Tiga orang pekerja menyemprot dindingnya dengan cat duco warna putih mutiara. Di dekatnya beberapa speed boat mewah dengan warna cerah berjejer, parkiran di perairan Kepulauan Seribu itu. Pemandangan yang juga lumrah terjadi di batam dimana rental speedboat  sudah menjadi pemandangan sehari-hari

Memang, beberapa tahun terakhir pesanan untuk membuat speed boat semakin banyak. Tengok saja bengkel pembuat speed boat milik Bengti. Tiap tahun produksi kapalnya selalu bertambah. Tahun ini saja, laki-laki yang bernama asli Bambang Permadi itu telah mendapat order empat buah. Tiga di antaranya telah selesai dibuat.

Bahkan, pengusaha yang menekuni dunia perkapalan sejak tahun 1998 itu menduga kecenderungan untuk memiliki kapal pribadi akan terus meningkat. Ia berpendapat, saat ini orang mulai jenuh membeli mobil, apalagi kemacetan di jalan raya yang semakin parah. Sementara, rekreasi ke pantai sudah menjadi kebutuhan. Tren berlibur bersama keluarga dengan menggunakan kapal pribadi pun semakin marak. Parameternya? Ya itu tadi, dari tahun ke tahun semakin banyak saja pesanan kapal yang harus dia kerjakan.
Bukan hanya masyarakat atas saja yang gemar mengoleksi speed boat. Selain itu pesanan speedboat bisa juga dijadikan lahan bisnis seperti rental speedboat

Menurut Bengti, salah satu pemicu minat masyarakat untuk memiliki sewa speedboat pribadi adalah harga jualnya yang relatif murah. Sebuah speed boat ukuran kecil dengan interior yang sederhana dan mesin kecepatan sedang biasa dijual sekitar Rp 25 juta. Sedangkan kapal tipe long boat dengan interior yang cukup mewah bisa memakan biaya produksi sampai Rp 250 juta. Harga itu sudah termasuk bea jasa 35 persen dari biaya produksi.

Harga itu memang relatif murah. Pasalnya, untuk membuat sebuah kapal boat ukuran 14 meter x 4 meter diperlukan 1 ton resin. Dengan harga resin dipasaran yang mencapai Rp 9.000 per kilogram, maka dibutuhkan biaya Rp 90 juta. Jumlah itu akan membengkak lagi jika ditambah dengan biaya beli mesin speed boat ukuran kecil seharga Rp 5 juta. Sementara, long boat ukuran besar menggunakan mesin seharga Rp 50 juta, dengan kecepatan mesin 16 knot sampai 20 knot per jam. Padahal, sebuah kapal tipe long boat membutuhkan dua buah mesin, satu mesin utama dan sebuah lagi mesin cadangan. Tentu biayanya akan semakin membengkak.

Tapi untungnya, biaya-biaya itu bukanlah harga mati. Konsumen tinggal menetapkan berapa dana yang tersedia. Dengan patokan dana yang dimiliki konsumen, pembuat kapal pun akan menentukan spesifikasi yang tepat. Pokoknya cincai.

Lihat saja bagaimana Bengti yang lahir di Jakarta 50 tahun silam itu menyiasatinya.
Caranya, untuk menghadapi pemesan dengan modal pas-pasan, dia dapat mencampur kapal berbahan fiber dengan bahan lain. Misalnya, rangka kapal dibuat dari bahan kayu atau tripleks dahulu, kemudian baru dilapisi oleh fiber. Hal itu bisa menurunkan biaya produksi, kendati bisa menurunkan daya tahan kapal.



http://www.majalahtrust.com

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Kamis, 06 Mei 2010

Lahan Basah di Bisnis Restaurant



Bisnis restaurants tergolong usaha yang sangat menarik dan menjanjikan. Beberapa pebisnis restoran bahkan berani menyebutkan bahwa laba bisnis ini sangat besar, bisa mencapai 150% atau lebih. Bukan main! Tentunya laba sebesar itu hanya berlaku untuk restoran yang sudah sukses menjaring konsumen untuk menjadi pelanggan.

Untuk sukses, pertama-tama produk makanan yang dipilih sebaiknya sesuai selera maupun kebutuhan pasar. Lakukan riset pasar tentang makanan apa saja yang paling disukai, berapa kali membeli makanan tersebut, dimana jika hendak beli makanan itu dan informasi lain yang berkaitan.

Jika sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen, jadikan produk makanan anda ENAK dan UNIK agar bisa menembus pasaran. Makanan enak akan menarik pembeli untuk terus datang kembali dan menjadi pelanggan setia. Sedangkan unik berarti beda dalam bentuk penyajian, modifikasi resep makanan, pelayanan, atau apa saja yang bisa menarik perhatian pembeli.

Berikutnya, 3 kunci sukses restaurants adalah lokasi, lokasi dan lokasi.
Lokasi strategis sangat penting dalam bisnis ini karena karakter bisnis ini yang "dikunjungi" bukan mengunjungi konsumen. Cari lokasi yang benar-benar mewakili banyak konsumen, seperti dekat perkantoran, pasar, sekolah atau 'keramaian' lain yang potensial.

Tak kalah pentingnya adalah harga jual makanan. Bila terlalu mahal, konsumen akan menjauh. Dan bila terlalu murah, maka makanan itu akan dicap produk murahan yang tidak berkualitas, juga bisa mengurangi laba usaha.

Cara menentukan harga yang tepat? Lihat harga jual pesaing produk anda -tentunya dengan kualitas dan porsi makanan yang kira-kira sama. Kemudian, tetapkan harga jual produk anda sedikit lebih murah daripada harga jual mereka agar konsumen mau mencoba produk anda. Ingat, harga jual tersebut harus sudah mencakup biaya produksi dan laba.


http://www.dexton.adexindo.com