Tampilkan postingan dengan label bunga hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga hias. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

Cermat Dalam Membeli Bunga Papan



Berikut ini kami sajikan untuk Anda beberapa tips dalam memilih Bunga Papan yang tepat:
1. Kedekatan Hubungan.
Tentukan Seberapa dekat hubungan anda dengan penerima bunga yang anda kirimkan. Walaupun kadang sepele, hal ini sangat penting. Sehingga anda bisa memberikan yang terbaik menurut anda, baik dari segi bentuk mapun waktu pengiriman. Artinya anda bisa meminta kepada pihak penjual untuk dikirimkan rangkaian wedding flowers misalnya 2-3 jam sebelum acara dimulai. Maka apabila terlambat anda dapat mengklaim kepada pihak penjual.
2. Ukuran bunga (untuk bunga papan)
Sebaiknya anda memperhatikan ukuran Bunga Papan yang anda ingin berikan. Jangan terkecoh dengan harga. Semakin besar ukuran bunga papan tentu akan semakin mahal harganya. Jika melihat kedekatan hubungan anda dengan klien anda tentu hal ini tidak menjadi masalah. Tetapi perlu diingat bahwa ukuran bunga papan yang besar akan lebih bernilai estetik daripada yang berukuran kecil. Standarnya ukuran bunga papan adalah 2×1,20 m. Harga relatif tergantung penjual umumnya 350rb hingga 700rb. Untuk hubungan bisnis sebaiknya anda memilih ukuran 2 x 1,50 m.
3. Warna dan asesoris
Bunga papan umumnya dilihat dari warna dan asesoris yang ada di papannya. Jangan salah memilih warna dengan kata lain tentukan warna yang anda inginkan. Bunga Pernikahan/Congratulations tentu berbeda dengan Bunga Duka Cita, kecuali anda menginginkan suasana yang berbeda. Pilihlah asesoris yang sederhana namun memiliki keunikan tersendiri. Sehingga lebih indah dipandang.
Asesoris bunga papan terbagi 2, yaitu dasar spon atau dasar bunga (daun). Dasar spon memiliki kelebihan dalam hal warna-warni yang diatur oleh sang penjual. Umumnya bagus. Sedangkan dasar bunga cenderung monoton 1 atau 2 warna saja. Tetapi tentu saja dasar bunga lebih memiliki nilai jual yang tinggi ketimbang dasar spon.
4. Mahkota (jambul)
Mahkota bunga papan terdiri 2 bagian atas (jambul) dan bawah (kaki). Semakin panjang jambulnya tentu semakin baik daripada yang hanya di tengah saja. Mintalah jambul yang panjang dari ujung kiri ke ujung kanan, sehingga akan nampak lebih bagus. Sebaiknya minta bunga yang teratur susunan sehingga lebih indah, jangan yang tumpang tindih. Dibandingkan jambul yang 3 titik, jambul yang panjang lebih baik.
5. Kualitas bunga
Kualitas bunga papan umumnya tidak sebagus bunga meja atau standing (besi). Hal ini karena biasanya rangkaian bunga papan hanya untuk 1-2 hari acara. Untuk acara pembukaan atau duka cita, sebaiknya anda minta bunga segar yang dapat tahan 3-5 hari. Tentu saja harganya lebih mahal.
Demikian beberapa tips dan trik yang kami berikan semoga bermanfaat


anadisya.com

Usaha Bunga, Untungnya Seharum Bunganya


Beberapa tahun belakangan ini, tren tanaman hias berganti-ganti dan orang-orang berduit tak segan mengeluarkan uang miliaran rupiah demi memburu tanaman primadona. Masyarakat umum pun ikut-ikutan menginvestasikan uang yang pas-pasan demi mimpi meraup untung besar. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Cobalah berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sejak memasuki kawasan Jateng, yang berbatasan dengan Kota Solo, kita langsung melihat deretan toko bunga, kita bahkan dapat menghirup aroma anturium, tanaman yang jadi tren ini. Ratusan kebun tanaman hias memenuhi kiri-kanan jalan raya. Tiba di kawasan Karangpandan, Tawangmangu, dan Ngargoyoso, kebun bunga makin berjubel di mana-mana. Bahkan rumah penduduk disulap laksana toko bunga dangan membangun kotak-kotak di depan rumah sebagai “etalase” untuk memajang tanaman bunga hias.

Tren anturium juga merasuki wilayah lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan meluas lagi sampai Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua. Pameran, kontes, dan media hobi kerap menampilkan tanaman ini sebagai primadona. Selain jenmanii, jenis lain juga banyak dicari, seperti black beauty, hokeri, gelombang cinta, dan garuda.

Yang sangat fenomenal, tentulah rekor harga yang gila-gilaan. Awal tahun 2006, indukan anturium jenmanii masih berharga Rp 1.000.000 per pot. Tapi, baru-baru ini, satu pohon anturium jenis jenmanii hasil silangan baru di Kudus, Jawa Tengah, dikabarkan mencapai harga Rp 1,25 miliar. Biji-biji jenmanii yang baru dipanen pun laku Rp 250.000 per buah.

Meski tak seheboh anturium, aglaonema juga sempat booming beberapa tahun lalu. Saat itu, masyarakat juga getol memburu berbagai jenis tanaman dengan daun berbintik-bintik ini, terutama jenis pride sumatera, hot lady, dan widuri. Tren memuncak saat aglaonema harlequin hasil silangan Greg Hambali terjual seharga Rp 660 juta pada lelang terbatas pertengahan tahun 2006.

Sebelum itu, adenium-lah yang jadi raja tanaman hias. Sejak tahun 2002, masyarakat menguber berbagai jenis adenium dengan bunga berwarna-warni, seperti crimson star, arabicum, dan herry potter. Tahun 2005, tanaman asal Afrika ini pernah mencapai rekor harga sekitar Rp 100 juta.

Kenapa bisnis tanaman hias diwarnai harga yang gila-gilaan? Situasi itu terjadi karena stok tanaman hias tertentu memang yang terbatas, padahal kebutuhan pasar tinggi. Tetapi, itu juga bisa dipengaruhi spekulasi para pemain baru yang terjun dalam bisnis ini.



http://www.dexton.adexindo.com

Senin, 03 Mei 2010

Bank Daerah Lirik Usaha Bunga Hias

Bank Daerah Bidik Usaha Bunga Hias 
Bank Jawa Timur (Jatim) Cabang Batu mulai membidik  sektor  permodalan untuk petani bunga hias yang ada di Kota Batu menyusul besarnya potensi yang dimiliki.

Sutjiono, Wakil Kepala Cabang Bank Jatim Batu, mengatakan besarnya potensi
jual bunga hias asal Kec. Bumiaji Kota Batu membuat Bank Jatim mulai memfokuskan diri untuk memberi fasilitas kepada petani bunga hias.

"Potensi yang dimiliki sangat besar karena tidak sedikit diantara petani yang mempunyai jaringan pangsa ekspor ke luar negeri utamanya ke Jepang," kata Sutjiono di Batu hari ini.

Menurut dia, saat ini Bank Jatim tengah bersaing dengan bank-bank besar lainnya menyusul keinginan yang sama untuk bisa memasilitasi sektor permodalan kepada petani bunga hias di Bumiaji.

Sutjiono memberi contoh, seorang petani bunga hias di Punten Bumiaji bernama Lucky misalnya, mempunyai jaringan pasar ekspor yang cukup luas.

Bahkan, bunga yang dibudidayakan oleh Lucky misalnya adalah bunga yang berasal dari Jepang.

"Setelah dibudidayakan di sini [Batu], kemudian bunga-bunga tersebut di jual lagi ke Jepang. Kondisi ini mengindikasikan betapa besarnya potensi yang dimiliki petani bunga hias."

Karena itu, Bank Jatim Cabang Batu, lanjut dia, sedang menjajaki bantuan apa yang bisa diberikan kepada petani bunga hias baik dalam sisi permodalan maupun sarana prasarana lainnya.

"Saat ini kami tengah menjajaki apa yang bisa kami bantu kepada mereka. Mengingat tidak sedikit bank yang juga melakukan upaya yang sama," tambah dia.

Selain
jual bunga hias, pasar potensial lain yang juga menjadi binaan Bank Jatim Batu adalah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di Batu sektor UMKM di Batu sejauh ini tumbuh subur dan merupakan salah satu sumbu perekonomian di Kota Batu.

 http://web.bisnis.com