Tampilkan postingan dengan label ekspor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekspor. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Mei 2010

Peluang Untuk Bisnis Keripik




Tahukah Anda, buah-buahan dan sayuran di sekitar Anda bisa mendatangkan income jika Anda olah dengan baik. Buah dan sayur yang saya maksud antara lain : nangka, nanas, apel, wortel, salak, mangga, melon, waluh/labu, pepaya, terung, buncis, kacang panjang, mentimun, jamur tiram, dll.

Dengan menggunakan peralatan tertentu, buah dan sayur yang KURANG BERNILAI itu, bisa menjadi komoditi dengan nilai jual tinggi. Dengan mesin ini, Anda bisa mejadi produsen keripik nangka, keripik nanas, keripik waluh, keripik apel, keripik mangga, keripik jamur, keripik teri , keripik salak, keripik apel, kripik melon, kripik pepaya, dll
Peluang usaha makanan ringan keripik buah dan sayur ini sangat terbuka lebar bagi Anda. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara penghasil buah-buahan yang beraneka ragam.
Kemudahan dan keunggulan peluang usaha ini bisa Anda lihat dari beberapa fakta berikut ini :

  • Bahan baku mudah diperoleh
  • Keuntungan bisa mencapai 100 % . Harga jual keripik buah mencapai Rp 65.000 – Rp 110.000/ kg
  • Balik modal cepat (4-6 bulan )
  • Pasar terbuka lebar, bahkan peluang eksport sangat besar
  • Mesin bisa untuk menggoreng aneka ragam buah dan bahan lain
  • Proses produksi dan pengelolaan usaha sangat gampang
Ada beberapa kunci sukses di bisnis keripik buah dan sayur, yaitu :
1. Tampilan yang Menarik
Tampilan keripik Anda harus menarik, bersih, tidak gosong. Hal ini bergantung pada :

  • Pemilihan Bahan Yang Benar
  • Proses penggorengan yang benar
  • Menggunakan mesin vacuum frying berkualitas
  • Penyortiran dan quality control yang akurat
2. Kemasan Produk Anda Harus Profesional Dan Menarik
Bisa saja anda menjual kripik dalam bentuk kiloan, tapi ini hanya untuk konsumsi agen-agen penjualan. Selain dalam bentuk kiloan, anda juga perlu menjual dalam bentuk kemasan yang rapi.
Label yang menarik juga akan memikat hati para pembeli. Untuk keperluan toko-toko, anda bisa menyertakan kontak pemesanan di label keripik. Hal ini perlu, karena pembeli yang tertarik bisa dengan mudah menghubungi anda untuk memesan produk serupa.
Sangat dianjurkan untuk memilih kemasan transparant agar tampilan kripik yang sudah menarik ikut mengundang selera calon pembeli.
Kami juga menyarankan untuk menyertakan toples-toples besar transparat jika hendak menitipkan ke toko-toko kecil. Produk yang digantung-gantung menggunakan kawat akan terkesan murahan dan mudah hancur karena biasanya untuk mengambil satu kemasan harus meremas kemasan yang lain.
3. Memilih  Metode  Pemasaran
Anda bisa memasarkan keripik buah menggunakan cara-cara berikut :

  • Membentuk agen penjualan yang akan memasarkan produk-produk anda ke toko-toko kecil, pedagang kaki lima dan pedagang asongan.
  • Bekerjasama dengan toko-toko makanan atau restaurant dengan menyuplai produk kripik anda.
  • Bekerjasama dengan katering-katering
  • Merintis peluang ekspor jika produk yang Anda hasilkan cukup banyak. 
Selamat mencoba!!!!


Sumber: dikutip dari berbagai sumber
Temukan semuanya tentang makanan & Restaurant dan Toko Bunga

Rabu, 05 Mei 2010

Distribusi Bunga Terganggu Masalah



Budidaya tanaman bunga dan tanaman hias di berbagai daerah memang tumbuh pesat. Kondisi ini bisa dilihat dengan menjamurnya budi daya bunga dan tanaman hias di di beberapa daerah kota batu salah satunaya.

Tak hanya budi daya, sejumlah lokasi juga banyak berdiri toko bunga dan tanaman hias. Untuk menggenjot pasar komoditas bunga dan tanaman hias, Pemkot Batu telah menetapkan Desa Sidomulyo sebagai desa wisata bunga.

Keberadaan Desa Wisata Bunga ini secara bertahap memang mampu mendongkrak toko bunga dan tanaman hias di Kota Batu. Wisatawan berduyun-duyun membelanjakan uangnya untuk membeli bunga sebagai oleh-oleh. Namun tidak semua produk komoditas bunga dan tanaman hias mampu diserap pasar lokal. Ketergantungan petani terhadap perdagangan bunga antar daerah masih sangat besar.

Kelemahan produk yang dihasilkan diantaranya produk yang dihasilkan tidak tersedia sepanjang waktu. ''Kalau di Thailand hasil panennya tersedia sepanjang waktu, tapi kita kan tidak. Kita masih sangat bergantung pada musim. Jadi harus dicari solusinya, agar pasar tak khawatir produk yang diminati kosong,'' terangnya.

Dia kemudian mengambil contoh di Thailand dan China yang konsisten dalam menyediakan hasil panennya. Selain itu, kemampuan teknis juga menjadi andalan dalan penyediaan hasil panen. ''Kalau di China, dalam satu hektar mampu menghasilkan 20 ton bawang putih. Nah, untuk mempu bersaing perlu pelatihan tersendiri,'' tuturnya.
Kelemahan yang lain soal kemasan atau tampilan dari produk itu sendiri. Kalau barang yang tidak berarti tetapi dikemas yang baik, maka barang itu akan lebih berharga. Seperti inovasi penanganan produk pasca panen di Jepang. Dalam kasus produk bunga misalnya, bagaimana petani berinovasi agar produk bunga potong tak cepat layu dan hancur. Sehingga begitu produk itu mampu dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan untuk pasar ekspor.

Selama ini produk bunga potong masih didominasi serapan pasar lokal dan sejumlah kota besar di Indonesia. Padahal produk ini sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pernikahan, dekorasi/florist dan kebutuhan sejenis.
''Saat pasar lokal sepi karena tidak musim manten misalnya, banyak produk bunga potong yang tak laku. Tapi saat musim manten kebutuhannya terkadang sangat besar, sehingga tak mampu dipenuhi petani,'' tukasnya.

Kondisi ini harus disiasati, utamanya dalam manejemen produksi dan langkah penanganan pasca panen agar bunga potong yang dihasilkan tahan lama. Sementara itu, Ketua Kadin Kota batu, Priyanto mengatakan pertemuan yang digagasnya itu untuk memberikan peluang pasar bagi para petani. Sekaligus memberikan motivasi bagi para petani untuk peningkatan kesejahteraannya.
 
http://www.harianbhirawa.com

Senin, 03 Mei 2010

Pemasaran Bunga Masih Jadi Kendala


Budidaya tanaman bunga dan tanaman hias di berbagai daerah memang tumbuh pesat. Kondisi ini bisa dilihat dengan menjamurnya budi daya bunga dan tanaman hias di di beberapa daerah kota batu salah satunaya.


Tak hanya budi daya, sejumlah lokasi juga banyak berdiri toko bunga dan tanaman hias. Untuk menggenjot pasar komoditas bunga dan tanaman hias, Pemkot Batu telah menetapkan Desa Sidomulyo sebagai desa wisata bunga.


Keberadaan Desa Wisata Bunga ini secara bertahap memang mampu mendongkrak toko bunga dan tanaman hias di Kota Batu. Wisatawan berduyun-duyun membelanjakan uangnya untuk membeli bunga sebagai oleh-oleh. Namun tidak semua produk komoditas bunga dan tanaman hias mampu diserap pasar lokal. Ketergantungan petani terhadap perdagangan bunga antar daerah masih sangat besar.


Kelemahan produk yang dihasilkan diantaranya produk yang dihasilkan tidak tersedia sepanjang waktu. ''Kalau di Thailand hasil panennya tersedia sepanjang waktu, tapi kita kan tidak. Kita masih sangat bergantung pada musim. Jadi harus dicari solusinya, agar pasar tak khawatir produk yang diminati kosong,'' terangnya.


Dia kemudian mengambil contoh di Thailand dan China yang konsisten dalam menyediakan hasil panennya. Selain itu, kemampuan teknis juga menjadi andalan dalan penyediaan hasil panen. ''Kalau di China, dalam satu hektar mampu menghasilkan 20 ton bawang putih. Nah, untuk mempu bersaing perlu pelatihan tersendiri,'' tuturnya.
Kelemahan yang lain soal kemasan atau tampilan dari produk itu sendiri. Kalau barang yang tidak berarti tetapi dikemas yang baik, maka barang itu akan lebih berharga. Seperti inovasi penanganan produk pasca panen di Jepang. Dalam kasus produk bunga misalnya, bagaimana petani berinovasi agar produk bunga potong tak cepat layu dan hancur. Sehingga begitu produk itu mampu dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan untuk pasar ekspor.


Selama ini produk bunga potong masih didominasi serapan pasar lokal dan sejumlah kota besar di Indonesia. Padahal produk ini sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pernikahan, dekorasi/florist dan kebutuhan sejenis.
''Saat pasar lokal sepi karena tidak musim manten misalnya, banyak produk bunga potong yang tak laku. Tapi saat musim manten kebutuhannya terkadang sangat besar, sehingga tak mampu dipenuhi petani,'' tukasnya.


Kondisi ini harus disiasati, utamanya dalam manejemen produksi dan langkah penanganan pasca panen agar bunga potong yang dihasilkan tahan lama. Sementara itu, Ketua Kadin Kota batu, Priyanto mengatakan pertemuan yang digagasnya itu untuk memberikan peluang pasar bagi para petani. Sekaligus memberikan motivasi bagi para petani untuk peningkatan kesejahteraannya.
 
http://www.harianbhirawa.com

Bank Daerah Lirik Usaha Bunga Hias

Bank Daerah Bidik Usaha Bunga Hias 
Bank Jawa Timur (Jatim) Cabang Batu mulai membidik  sektor  permodalan untuk petani bunga hias yang ada di Kota Batu menyusul besarnya potensi yang dimiliki.

Sutjiono, Wakil Kepala Cabang Bank Jatim Batu, mengatakan besarnya potensi
jual bunga hias asal Kec. Bumiaji Kota Batu membuat Bank Jatim mulai memfokuskan diri untuk memberi fasilitas kepada petani bunga hias.

"Potensi yang dimiliki sangat besar karena tidak sedikit diantara petani yang mempunyai jaringan pangsa ekspor ke luar negeri utamanya ke Jepang," kata Sutjiono di Batu hari ini.

Menurut dia, saat ini Bank Jatim tengah bersaing dengan bank-bank besar lainnya menyusul keinginan yang sama untuk bisa memasilitasi sektor permodalan kepada petani bunga hias di Bumiaji.

Sutjiono memberi contoh, seorang petani bunga hias di Punten Bumiaji bernama Lucky misalnya, mempunyai jaringan pasar ekspor yang cukup luas.

Bahkan, bunga yang dibudidayakan oleh Lucky misalnya adalah bunga yang berasal dari Jepang.

"Setelah dibudidayakan di sini [Batu], kemudian bunga-bunga tersebut di jual lagi ke Jepang. Kondisi ini mengindikasikan betapa besarnya potensi yang dimiliki petani bunga hias."

Karena itu, Bank Jatim Cabang Batu, lanjut dia, sedang menjajaki bantuan apa yang bisa diberikan kepada petani bunga hias baik dalam sisi permodalan maupun sarana prasarana lainnya.

"Saat ini kami tengah menjajaki apa yang bisa kami bantu kepada mereka. Mengingat tidak sedikit bank yang juga melakukan upaya yang sama," tambah dia.

Selain
jual bunga hias, pasar potensial lain yang juga menjadi binaan Bank Jatim Batu adalah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di Batu sektor UMKM di Batu sejauh ini tumbuh subur dan merupakan salah satu sumbu perekonomian di Kota Batu.

 http://web.bisnis.com