Rabu, 14 Juli 2010

Bongkar Audio Mobil Mitsubishi Pajero Sport




Kala  ingin upgrade audio mobil di kabin, idealnya menyesuaikan dengan kebutuhan utama dari mobil itu sendiri. Mengingat ground clearance milik Mitsubishi Pajero Sport tergolong tinggi (215 mm), ubahan yang akan dilakukan pada sistem audionya mesti memerhatikan unsur daily use agar tidak mubazir.

Kemungkinan mobil ini diajak melibas jalur light off-road memang cukup tinggi, lantaran dibekali kaki-kaki jenjang. Untuk itu Harvig Kusnadi, pemilik Pajero Sport berpenggerak 4 roda (4WD) ini, memutuskan untuk tak melakukan ubahan ekstrem di kabin mobil hobinya ini.

Menurut Harvig, terpenting adalah faktor keamanan serta kenyamanan saat berkendara mesti terjaga. Untuk itu Hongyono Candra, instalatur Prisma Autosound di Arteri Pondok Indah, Jaksel, memasang beberapa komponen audio mobil dengan konsep daily use lewat ubahan minimalis.

Seperti pembuatan boks (lontar) tweeter di pilar A, yang mengutamakan unsur visibilitas tinggi dari si pemilik mobil. "Dia pakai kacamata, jadi saya enggak mau membuatnya semakin sulit memantau kondisi di depan, lantaran pakai boks terlalu besar," kata Ahong sapaannya.

Penempatan dan ukuran lontar tweeter sebaiknya tak membuat pandangan terhalang     
Untuk memasang head unit dengan monitor in-dash mesti memajukan beberapa cm dari bibir slot

Mengusung tema in car entertainment tanpa mengurangi unsur estetika di kabin  
Steering remote masih berfungsi normal dengan bantuan modul steering remote interface tambahan

Namun unsur idealis dari si pemilik harus tetap terwujud, begitu filosofi Ahong ketika menyiapkan tata suara kabin Pajero Sport kelir white pearl ini. Untuk mewujudkan semua itu dipakai speaker split 2-way Crescendo Opus 8.6, berkolaborasi dengan subwoofer JL W1 di bagasi belakang. Pertimbangannya supaya bisa menciptakan efek sound imaging di atas dasbor lebih nyata.

Menurut Ahong, tingkat kejernihan vokal serta midbass harus seimbang. Makanya Ia melakukan cutting frekuensi untuk speaker depan di 120 Hz (hi-pass), serta low-pass untuk subwoofer di 50 Hz. "Level equalizer juga diadjust pakai 3 band, dan semuanya dibikin minus supaya suara enggak terdengar over," jelas pehobi biliar ini.

Unsur hiburan juga mesti diwujudkan sesuai keinginan Harvig, dengan memasang TV headrest Rogers HDM-999 FZ (9 inci), sebanyak 4 set pada jok depan dan tengah. Kenapa tak pakai roof monitor saja? "Untuk estetika di kabin mobil macho ini memang lebih bagus pakai monitor headrest, selain itu juga enggak menghalangi pandangan ke belakang saat nyetir," urai Ahong



http://www.otomotifnet.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar