Rabu, 25 November 2015

Pertimbangan Dalam Memilih Mesin Kemasan



Pengemasan merupakan salah satu usaha manusia untuk memperpanjang usia makanan dan menjaga kualitasnya agar senantiasa baik. Tahap pengemasan adalah tahap terakhir dari sebuah proses industri. Kemasan biasanya dibuat dengan desain yang menarik untuk meningkatkan minat konsumen terhadap suatu produ. Teknologi pengemasan telah banyak berkembang seiring dengan semakin modernnya kehidupan manusia. Kehidupan yang semakin maju menuntut segalanya lebih cepat dan efesien. Apabila pengemasan dilakukan secara manual maka akan memakan waktu yang lama dengan hasil yang tidak seragam dari segi bentuk maupun kualitasnya. Sementara kualitas kemasan menentukan kualitas makanan didalamnya juga dan bentuk mempengaruhi pengiriman dan selera konsumen.Atas dasar itu maka dikembangkanlah teknologi dalam satuan proses industri yang  dinamakan mesin kemasan.

Mesin kemasan memiliki banyak jenis dengan kemampuan yang berbeda - beda dari segi kualitas hasil kemasannya maupun kuantitas yang dapat dihasilkan. Maka dari itu sebagai pelaku usaha industri, mesin ini harus diperhatikan secara seksama kemampuannya. Jangan sampai mesin yang dipakai membebani sistem produksi. Aspek ini bisa dilihat dari berapa input yang diproses dan berapa output yang diinginkan. Apabila mesin tersebut mengemas lebih cepat dari input yang masuk maka akan terjadi kekosongan pada baris produksi, sebaliknya apa bila dalam pengemasannya mesin tersebut mengemas lebih lambat dari input yang masuk maka baris produksi akan penuh dan tersumbat seperti leher botol.

Oleh karena itu dalam memilih mesin kemasan disarankan untuk melihat spesifikasi mesin terlebih dahulu pada katalog produk, serta mempertimbangkan kemampuan sistem produksi anda. Karena apabila dalam suatu baris industri sebuah mesin memiliki kegagalan sistem maka seluruh proses akan terkena dampaknya. Selain itu pertimbangan dalam hal sumber daya manusia yang mampu untuk mengendalikan mesin perlu untuk diperhatikan. Tanpa adanya sumber daya manusia yang terampil dalam pengoperasian mesin, maka secanggih apapun mesinnya tetap tidak akan bisa berjalan sesuai dengan yang ditargetkan. 

Dalam hal ini ada beberapa pilihan yang dapat diperhatikan yaitu apakan anda akan melatih sumber daya manusia anda atau anda lebih memilih untuk mendatangkan mesin kemasan yang dapat dioperasikan oleh sumber daya manusia anda. Kebanyakan pihak lebih memilih untuk melatih sumber daya manusianya demi ke efektifan kerja sistem kedepannya. Tetapi melatih seseorang terkadang menyita waktu yang cukup banyak dari pada mendatangkan mesin yang langsung bisa dioperasikan. Jika pelaku industri berani mengambil keputusan bahwa mereka lebih memilih melatih dari pada membeli, maka pelaku industri dihadapkan pada pengurangan tenaga kerja selama pekerja mendapatkan pelatihan. Namun apabila pelatihan selesai dan pekerja sebagai sumber daya manusianya mampu untuk melaksanakan proses industri dengan lebih baik, maka kemampuan produksi meningkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar