Rabu, 08 November 2017

Tahap Pengolahan Adonan Roti dengan Mixer,Proofer dan Oven

Mixer Roti


Oke mungkin artikel ini terdengar sedikit sederhana, tapi tahukah and ajika membuat adonan roti hingga ke proses pencetakan merupakan hal rumit? Oke yuk kita simak info dibawah ini lebih lanjut. Sejatinya proses pembuatan roti hingga ke bagian pencetakan dan oven di bagi kedalam beberapa langkah. Seperti di bawah ini



  • Kneading (Menguleni)
Kneading adalah suatu proses dimana adonan roti yang telah di mix menggunakan mixer roti akan segera di olah. Menguleni sendiri merupakan suatu cara untuk menyatukan beberapa kandungan protein yang terdapat dalam bahan-bahan utama pembuat roti. Teknik pengulenan yang benar biasanya meliputi peremasan, penggulungan hingga pelipatan adonan.

Durasi pengulenan sendiri bervariasi, bisa 3-7menit. Hal itu sangat bergantung terhadap adonan roti yang akan kita olah. Proses ini berlangsung dengan konsistensi yang harus anda pertahankan, dengan begitu hasil adonan yang di uleni akan menjadi mulus, halus serta tidak pecah-pecah

  • Rissing (Pengembangan)
Nah ini adalah proses lanjutan setelah tahap Kneading. Pada proses ini adonan roti yang telah di mixer dan di uleni akan di kembangkan. Prosesnya sendiri berlangsung lebih lama karena akan kita perlu menggunakan mesin Pengembang Roti (Proofer) untuk mendapatkan hasil maksimal. Pada proses pengembangan ini kita hanya perlu memasukan adonan roti kedalam mesin lalu semua akan di kerjakan secara otomatis. Campuran ragi akan bekerja tidak lama setelah mesin proofer di operasikan, ragi akan membuat adonan menjadi membengkak dan membentuk kantung udara di dalam tekstur adonan roti.

Umumnya proses ini memerlukan waktu 45 menit hingga beberapa jam, semua tergantung dari berapa banyak ragi yang dipakai di dalam resep. Suhu juga merupakan faktor penentu adonan cepat mengembang atau tidak: semakin hangat ruangan maka semakin cepat ragi bekerja dan adonan mengembang.

  • Scoring (Irisan)
Membuat irisan pada permukaan adonan roti ini masih di anggap penting bagi sebagian chef di bidang pastry dan bakery. Tujuannya adalah untuk melepaskan sebagian gas yang terperangkap di dalam adonan sehingga roti tidak merekah robek kala dipanggang. Selain itu agar supaya roti anda terlihat lebih cantik.

  • Bake (Pengovenan)
Terakhir adalah pemanggangan adonan roti. Anda harus memanggang adonan dengan suhu yang ideal dan tidak terlalu panas. Hal ini demi menghindari kulit roti terasa gosong / overcook. Panggang roti sesuai dengan ketebalan roti yang kita buat, sekitar 45 menit untuk roti berbentuk loaf. Jika permukaan roti telah kecoklatan dan bagian dasarnya terdengar seperti ruang kosong saat diketuk maka roti dipastikan telah matang.

Nah jika anda bingung dengan resep yang di gunakan, anda bisa mencobanya dengan perpaduan resep adonan roti di bawah ini :
- 375 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra Kembar)
- 2 sendok teh ragi instan (pastikan fresh, saya menggunakan Fermipan)
- 2 sendok teh garam- 280 ml air hangat 

Oke semoga berguna.

Sabtu, 21 Januari 2017

Mengakali Limbah Plastik Kemasan Yang Kian Meresahkan

 Mesin press plastik


Plastik merupakan salah satu jenis material yang paling populer di bumi ini. Plastik merupakan material campuran dari beberapa jenis zat yang di olah menjadi material baru dengan keunggulan Fleksibelitas dan Realibitas tinggi. Plastik sendiri sering kali di gunakan untuk beberapa media dan objek produksi suatu barang. Sebut saja barang-barang rumah tangga, barang elektronik, dan barang-barang utilitas untuk beragam kebutuhan kerja. 


Sayangnya di balik keunggulannya yang banyak, material plastik menyimpan masalah yang cukup pelik. Limbah plastik saat ini merupakan salah satu alasan mengapa material ini kerap di sukai namun di benci.

Sebagai hasil dari produk sintetis, sampah plastik tidak mudah dihancurkan secara alami. Butuh waktu yang sangat lama untuk mengurai plastik kembali menjadi unsur alam. Oleh karenanya banyak aktivis lingkungan hidup yang mengultimatum tentang efek buruk limbah plastik yang bisa merusak pelestarian lingkungan.

Namun kini telah di temukan material plastik yang konon bisa memperbaiki “diri”nya sendiri apabila mengalami kerusakan. Dengan penemuan ini di harapkan limbah plastik yang tidak terpakai / rusak bisa berkurang secara signifikan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Material plastik tersebut memiliki "sistem syaraf" dari serat optik untuk mendeteksi retakan. Hasil pengujian mendapati kalau kekuatan plastik bisa kembali sebanyak 96 persen.

Metodenya sendiri adalah dengan Menggunakan teknologi sinar Infra merah yang mempunyai power 1 watt, untuk menambal retakan-retakan pada material plastik dalam barang jadi. Ketika ada retakan, plastik di sekitarnya akan memanaskan dirinya sehingga lebih kuat 11 kali. Hasilnya penyebaran retakan bisa dicegah dan kerusakan pada barang-barang plastik bisa diminimalisir. Metode kerja ini sebenarnya hampir mirip dengan teknologi mesin press plastik modern pada umumnya

Sayangnya hingga kini teknologi pemanfaatan sinar infra merah tersebut masih dalam tahap uji coba untuk beberapa barang terbatas. Namun adakah cara efektif bagi kita untuk menanggulangi limbah plastik yang kian hari kian meresahkan? Ada, dan cukup sederhana kok.

Membakar sampah adalah cara sederhana dan paling banyak dilakukan untuk mananggulangi sampah. Menurut gomumu cara ini adalah cara yang paling murah untuk menghancurkan sampah plastik, namun sangat tidak dianjurkan. Why?

Tentu saja efek samping hasil pembakaran merupakan hal yang sangat mengkhatirkan untuk di  pikirikan. Asap yang ditimbulkan dari membakar sampah plastik adalah berbagai macam racun seperti Karbonmonoksida, Klorin, Dioksin, Benzopirena dan lain-lain. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah baru yang di hasilkan oleh hasil bakaran limbah plastik.

Ingin menanggulaingi limbah plastik secara tepat dan benar? Maka mulailah dari hal yang paling sederhana, yakni membuang limbah plastik pada tempatnya.