Tampilkan postingan dengan label pengasuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengasuh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2010

Memilih Pengasuh Anak atau Baby Sitter

Disaat para ibu harus kembali beraktivitas meninggalkan sang anak yang belum beranjak remaja. Tentu ada perasaan khawatir dan was-was ketika harus meninggalkan buah hati kita di rumah tanpa ada yang mengasuhnya. Tapi, hal ini memang sebuah pilihan yang harus dilakukan bagi sebagian ibu yang bekerja di luar rumah. Tentunya ada solusi tentang pengasuhan anak, mulai dari menitipkan dengan kerabat, tetangga atau mempekerjakan pengasuh, atau lebih dikenal baby sitter. 
Cara ketiga ini banyak menjadi pilihan keluarga di Indonesia. Jika seorang ibu tidak bisa bersama dengan bayinya sepanjang waktu — karena bekerja, sekolah atau komitmen lain — mencari pengganti ibu dalam mengasuh anak di rumah sendiri adalah pilihan terbaik.
 
Memilih pengasuh anak atau baby sitter
Di kota besar banyak dijumpai yayasan baby sitter atau pengasuh anak dari mulai bayi atau balita. Anda bisa saja mendatangi atau menelepon agen penyalur untuk yayasan baby sitter untuk mencari pengasuh anak. Namun cara ini tidak selamanya mudah, bisa timbul ketidakcocokan antara anda dengan calon pengasuh dan cenderung beresiko. 
Seorang pengasuh sebaiknya mencintai anak-anak, baby sitter yang anda pilih dari yayasan baby sitter yang Anda pilih bukan jaminan ia cocok dengan anak Anda. Sebelum menemukan, anda sebaiknya melakukan proses seleksi untuk melihat kecocokan si kecil dengan pengasuh. Jika si kecil cepat berinteraksi dengan pengasuhnya berarti ada kecocokan awal dan jika tidak maka sebaiknya cepat-cepat anda kembalikan ke yayasan baby sitter tempat dia berasal.
 
Yang harus diperhatikan dalam memilih pengasuh atau baby sitter anak yaitu :
 
1. Calon pengasuh memiliki kontrak kerja yang jelas dan resmi antara anda yayasan baby sitter dan baby sitter itu sendiri
 
2. Pilih calon pengasuh dari yayasan baby sitter yang memiliki reputasi dan etika serta mau bertanggung  jawab terhadap calon yang diajukan.
  
3. Pertimbangan pengalaman dan rekomendasi dari orang lain yang pernah memakai jasa pengasuh anak
  
4. Lakukan wawancara dan pendekatan secara pribadi untuk mengetahui kedekatan calon pengasuh dengan anak kecil ini sangat penting jika tidak maka sebaiknya anda hubungi pihak yayasan baby sitter untuk mencari pengganti yang lebih cocok.

 

5. Carilah calon pengasuh  yang pernah atau sudah memiliki anak meski bukan jaminan biasanya pengasuh yang sudah memilliki anak lebih trampil dan cekatan dalam mengurus anak
  
6. Cara dan nada bicara calon pengasuh. Ini akan membantu anda mengetahui cara pengasuh memberi respon terhadap anak.
  
7. Minta dan duplikasi surat tanda pengenal calon baby sitter, catat nomer telepon yayasan baby sitter tempat dia bernaung, keluarga dan tempat tinggal calon pengasuh. Bila perlu, lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.
 
Sekalipun anda telah mendapat pengasuh yang tepat untuk anak, jangan menyerahkan semua perawatan dan pola asuh anak kepadanya. Anda sebaiknya tetap memiliki andil dalam pengasuhan dan perawatan anak karena fungsi pengasuh hanya membantu anda untuk memenuhi kebutuhan anak, bukan mengganti pengasuhan orang tua.
  


http://www.artikellama.blogspot.com

Temukan semuanya tentang
Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Selasa, 06 Juli 2010

Membangun Panti Asuhan Menjadi Lebih Mandiri

Banyak orangtua kesulitan memberikan kesejahteraan dan pendidikan yang layak bagi anaknya. Apalagi, anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang hingga sekarang masih memprihatinkan. Tidak hanya gedungnya saja yang tidak terawat tetapi menu makanan yang disajikan pun gizinya kurang sehingga kesehatannya juga kurang baik.

Oleh karena itu, manatan Menkop Subiakto Tjakrawer-daja, yang juga Sekretaris Yayasan Damandtri, saat mewakili Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial) Prof Dr Haryono Suyono, membuka Temu Nasional FKPPBD (Forum Komunikasi Panti Penerima Bantuan yayasan Dharmais) mengajak pengurus panti membentuk Posdaya dan Koperasi.

Sebab, menurut Subiakto, Posdaya sebagai wahana koordinasi dapat memecahkan persoalan yang ada di lingkungan panti. Sedangkan keberadaan koperasi, diharapkan mampu mendorong peningkatakan kesejahteraan panti asuhan. "Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang tidak saja bermanfaat bagi panti asuhan yang hadir tetapi panti lainnya," jelas Subiakto Tjakrawerdaja.

Acara yang dihadiri Pengurus FKPPBD seluruh Indonesia. Pengurus Yayasan Dharmais, dilanjutkan dengan diskusi yang membahas soal panti asuhan yang sehat, antara lembaga sosial dan bisnis. Berdasarkan undang-Un-dang Dasar 45. negara mempunyai tanggungjawab untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini berarti bahwa kesejahteraan sosial harus dapatdinikmati oleh semua warga negara, termasuk mereka yang karena sesuatu hal ditinggalkan oleh keluarga mereka ataupun mereka yang mempunyai kelainan dalam segi jasmani, rohani, intelektual, sosial dan emosi, atau bahkan gabungan dari segi-segi kelainan tersebut.

Dihadapan puluhan peserta, Subiakto, berharap agar Jumlah anak yang hidup di panti asuhan sedikit atau semakin berkurang. Kepada pengelola panti asuhan diajak menambah perhatian, pengertian dan dedikasi yang tinggi dari pengasuh. "Soa-1 ketidakpedulian keluarga dan tingkat kemampuan finansial masyarakat relatif masih rendah."

Menurutnya, upaya meningkatkan solidaritas dan harga diri disarankan disalurkan melalui Pos Pemberdayaan

Keluarga atau Posdaya dan Koperasi."Posdaya itu forum silaturahmi, advokasi, komunikasi. Informasi, edukasi yang sekaligus dapat dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu."

Melalui Posdaya yang dibentuk oleh masyarakat sekitar panti, maka bukan hanya ke-luarga-keluarga sekitar panti yang memperoleh manfaat, tetapi juga panti-panti itu sendiri akan dapal memetik hasil dari kegiatan yang dilakukan oleh Posdaya-posdaya tadi. Dalam kaitan ini panti-panti tentu dapat mempelopori pembentukan posdaya bagi masyarakat sekitar panti. Apabila disekitar panti telah tumbuh Posdaya. lanjutnya, maka Posdaya tadi dapat didorong untuk membentuk koperasi


http://bataviase.co.id/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis