Selasa, 06 Juli 2010

Membangun Panti Asuhan Menjadi Lebih Mandiri

Banyak orangtua kesulitan memberikan kesejahteraan dan pendidikan yang layak bagi anaknya. Apalagi, anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang hingga sekarang masih memprihatinkan. Tidak hanya gedungnya saja yang tidak terawat tetapi menu makanan yang disajikan pun gizinya kurang sehingga kesehatannya juga kurang baik.

Oleh karena itu, manatan Menkop Subiakto Tjakrawer-daja, yang juga Sekretaris Yayasan Damandtri, saat mewakili Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial) Prof Dr Haryono Suyono, membuka Temu Nasional FKPPBD (Forum Komunikasi Panti Penerima Bantuan yayasan Dharmais) mengajak pengurus panti membentuk Posdaya dan Koperasi.

Sebab, menurut Subiakto, Posdaya sebagai wahana koordinasi dapat memecahkan persoalan yang ada di lingkungan panti. Sedangkan keberadaan koperasi, diharapkan mampu mendorong peningkatakan kesejahteraan panti asuhan. "Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang tidak saja bermanfaat bagi panti asuhan yang hadir tetapi panti lainnya," jelas Subiakto Tjakrawerdaja.

Acara yang dihadiri Pengurus FKPPBD seluruh Indonesia. Pengurus Yayasan Dharmais, dilanjutkan dengan diskusi yang membahas soal panti asuhan yang sehat, antara lembaga sosial dan bisnis. Berdasarkan undang-Un-dang Dasar 45. negara mempunyai tanggungjawab untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini berarti bahwa kesejahteraan sosial harus dapatdinikmati oleh semua warga negara, termasuk mereka yang karena sesuatu hal ditinggalkan oleh keluarga mereka ataupun mereka yang mempunyai kelainan dalam segi jasmani, rohani, intelektual, sosial dan emosi, atau bahkan gabungan dari segi-segi kelainan tersebut.

Dihadapan puluhan peserta, Subiakto, berharap agar Jumlah anak yang hidup di panti asuhan sedikit atau semakin berkurang. Kepada pengelola panti asuhan diajak menambah perhatian, pengertian dan dedikasi yang tinggi dari pengasuh. "Soa-1 ketidakpedulian keluarga dan tingkat kemampuan finansial masyarakat relatif masih rendah."

Menurutnya, upaya meningkatkan solidaritas dan harga diri disarankan disalurkan melalui Pos Pemberdayaan

Keluarga atau Posdaya dan Koperasi."Posdaya itu forum silaturahmi, advokasi, komunikasi. Informasi, edukasi yang sekaligus dapat dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu."

Melalui Posdaya yang dibentuk oleh masyarakat sekitar panti, maka bukan hanya ke-luarga-keluarga sekitar panti yang memperoleh manfaat, tetapi juga panti-panti itu sendiri akan dapal memetik hasil dari kegiatan yang dilakukan oleh Posdaya-posdaya tadi. Dalam kaitan ini panti-panti tentu dapat mempelopori pembentukan posdaya bagi masyarakat sekitar panti. Apabila disekitar panti telah tumbuh Posdaya. lanjutnya, maka Posdaya tadi dapat didorong untuk membentuk koperasi


http://bataviase.co.id/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar