Selasa, 22 Februari 2011

Mengenal Filosofi Warna Pada Lantai



Arsitektur Minimalis - Lantai memang terletak di bawah dan selalu diinjak. Namun, Anda tetap tak boleh meremehkan fungsi lantai sebagai salah satu bagian yg mempercantik rumah.




Merancang dan merangkai lantai agar menjadi indah membutuhkan ketepatan desain terutama dalam Arsitektur Minimalis. Dalam merangkai lantai, kita dapat menciptakan suasana ruang yg diinginkan karena tiap ruangan memiliki persyaratan lantai tersendiri.

Tema warna dan gaya yg ingin ditampilkan dapat mengambil konsep etnik tradisional, modern minimalis, atau gaya lain sesuai dgn karakter penghuni dan arsitektur bangunan rumah, Arsitektur Minimalis kah . Namun, kreativitas dan semangat inovasi dalam mendesain lantai rumah tetap diperlukan.

Warna dingin gradasi hijau dan biru menciptakan efek menenangkan pada ruang kerja, ruang membaca, atau kamar tidur. Warna cerah gradasi kuning, oranye, dan merah menstimulasi aktivitas yg dinamis pada ruang keluarga, ruang bermain, ruang tamu, dapur, teras, dan carport. Warna-warna bumi (earth tones), seperti hijau daun, cokelat tanah, merah bata, abu-abu pasir atau batu, kini lebih banyak diminati untuk menciptakan suasana yg mendekati alam.

Sementara pemilihan gradasi warna cokelat tanah dgn warna gelap untuk lantai (simbol tanah/bumi), warna sedang pada dinding dan perabotan kursi, meja, dan lemari (simbol pepohonan, bukit, pegunungan), serta warna terang plafon (simbol langit) merupakan upaya menghadirkan dunia luar ke dalam rumah. Warna juga mampu menciptakan ruang yg sarat makna spiritual (putih, hijau, biru) dan dapat digunakan pada ruang salat, kamar tidur, dan kamar mandi.


Fungsi setiap ruang dalam rumah berbeda-beda, yg membuat desain lantai menjadi beragam. Lantai teras depan, samping, dan belakang serta kamar mandi mensyaratkan bahan lantai bertekstur kasar agar kita tidak mudah terpeleset karena ruangruang tersebut paling sering terkena air.






Kamar mandi merupakan ruang yg memerlukan penanganan dan pemeliharaan khusus, mulai utilitas sanitasi, peranti utama, hingga pemilihan bahan. Bahan lantai dari keramik atau teraso bertekstur kasar dimaksudkan agar tidak mudah terpeleset.

Ukuran bahan lantai, terutama bahan marmer, granit, keramik, dan teraso (tegel), akan memengaruhi kesan luas-sempitnya sebuah ruangan. Jika ruang berukuran kecil atau sempit (ruang tidur, kamar mandi), ukuran bahan pilih yg kecil-kecil pula untuk memberi kesan luas pada ruangan. Sementara untuk ruangan berukuran luas (ruang tamu, ruang keluarga), bahan berukuran besar akan membantu menyeimbangkan kesan luas ruangan. Ruang-ruang dalam (ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur) dapat memakai lantai dgn permukaan licin dan mengilau bak cermin. Untuk ruang dapur, pilih lantai dari bahan yg mudah dibersihkan sehingga tidak meninggalkan noda flek-flek di pori-pori lantai dan nat sambungan yg dapat mengganggu keindahan lantai

Membuat tampilan lantai yg artistik tidak selalu membutuhkan bahan yg mahal. Lantai teraso berwarna abu-abu gelap serta kuning yg terkesan sederhana dan antik dapat diekspos secara baik asal dikerjakan secara rapi.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Temukan Info Lain Seputar Arsitektur Minimalis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar