Rabu, 07 Januari 2015

Apa Itu Alat Vakum Bayi???

alat vakum bayi – Apa yang terbersit di pikiran anda ketika mendengar kata Alat Vakum? Ya pastinya adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi dasar yakni menyedot, menarik dan membuang...nah inilah yang akan kita bahas sedikit, tetapi bahasan kali ini lebih ke alat vakum yang di gunakan dalam dunia kedokteran lebih tepatnya persalinan. Ya alat vakum bayi merupakan salah satu alat dengan bentuk fisik bulat seperti topi, mempunyai material bahan yang terbuat dari silikon, namun terkadang ada yang terbuat dari plat almunium lunak yang di lapisi silikon. Biasanya topi / cop silikon ini di hubungkan langsung dengan pompa penghisap melalui media selang. Tujuan alat ini di ciptakan adalah untuk menolong dan membantu selama proses persalinan. Mengapa demikian? Karena memang tak dapat di pungkiri dalam proses persalinan ada suatu batas-batas yang tak dapat di hindari dan harus segera di lakukan tindakan apabila terjadi hal yang tak di inginkan.


Nah salah satunya adalah melakukan proses pengangkatan si bayi dengan menggunakan alat vakum,  alat vakum ini sendiri bersifat sebagai alat bantu untuk kekuatan mengejan sang bunda yang telah kehabisan tenaga atau tidak kuat memberikan dorongan. Persalinan dengan alat vakum bayi sendiri di pilih biasanya karena beberapa indikasi yang di temukan selama proses persalinan, ada kalanya vakum di laukan pada saat persalinan sudah memasuki kala 2 (kepala bayi berada di bawah) namun kekuatan sang ibu sudah tidak ada di karenakan sang ibu menderita hipertensi sehingga tidak di perbolehkan mengejan terlalu kuat. Vakum juga dikerjakan apabila terdapat kondisi yang disebut “gawat janin”, yakni denyut jantung janin lebih dari 160x/menit atau kurang dari 120x/menit, atau jika bayi sudah mengalami hipoksia (kekurangan oksigen).

alat vakum bayi sendiri memang bisa dibilang sangat menolong dan membantu tugas seorang dokter di kala sedang melakukan proses persalinan, tetapi menggunakan alat vakum bayi sendiri bukan merupakan hal yang tanpa resiko. Sering kali komplikasi tersering akibat vakum adalah timbulnya kaput suksadeneum, kaput ini terkumpul karena cairan di jaringan bawah kulit, tepatnya di atas tulang terngkorak terlalu banyak. Maka dengan adanya cairan kaput ini bagian atas kepala bayi akan tampak lebih memanjang / lonjong. Tetapi jangan khawatir karena pada banyak kasus persalinan yang bermasalah dengan kaput, biasanya setelah beberapa hari bentuk kepala bayi akan kembali pada bentuk yang sebenarnya. Hal lain yang cukup mengerikan adalah timbulnya luka lecet pada kepala bayi yang di akibatkan karena gesekan kepala bayi dengan topi silikon vakum. Lecet ini akan mengakibatkan kepala bayi infeksi dan tak jarang menimbulkan pendarahan otak. Tetapi angka persentasenya sendiri sangatlah kecil, jadi sang bunda tak perlu khawatir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar