Jumat, 09 September 2011

Waspadai Ulah Para Salon Mobil Nakal


Zaman susah begini bisnis salon mobil malah ibarat jamur di musim hujan. Cermati saja iklan di media massa, begitu banyak perusahaan menawarkan paket salon kendaraan dengan iming-iming harga miring. Tinggal pilih, door to door atau datang ke workshop. Iklannya lantang; cukup Rp.100 ribu, mobil Anda mengilap kembali. Menipu konsumen ?






Tak salah kita melempar asumsi begitu. Sebutlah nominal seratus ribu. Biasanya, ditempat salon mobil ternama, paling hanya mendapat paket mengilapkan kaca depan. Kadang malah kurang. Jadi, untuk memoles seluruh bodi plus interior, Rp.100ribu tentu jauh dari cukup. Okelah, memang salon mobil tadi 'ternyata' mampu mengilapkan mobil. Namun, apakah tak tertutup kemungkinan bahan polesnya asal-asalan alias bikinan sendiri sehingga biaya produksi bisa ditekan habis ?

Bagaimana car cosmetic ternama ? Apakah lantas cukup percaya dari nama besar dan service memuaskan ? Nanti dulu, pikir-pikir lagi. Bisa dikatakan, walau bukan menjurus penipuan, banyak salon mobil sebenarnya justru mnerugikan konsumen ketimbang memberi kepuasan. Ini lantaran kebiasaan rumah pengilap ini meramu resep bahan poles cat, kaca dan interior sendiri. Artinya, ramuan itu belum diketahui sejauh mana efeknya bagi kendaran.

Apakah ramuan ini menjadikan mobil tetap mengkilap ? Mungkin begitu, namun tak bertahan lama. Paling-paling beberapa bulan, setelah itu balik lagi ke kondisi normal. Karena pada dasarnya langkah memoles kendaraan ini hanya melapisi agar 'bersinar'. Kotoran atau debu tetap tertinggal di cat.

Bercermin dari kondisi itu, patutnya konsumen mobil harus hati-hati. Tak ada salahnya, sebelum memoles mobil, tanyakan bahan apa yang digunakan salon bersangkutan, racikan sendiri, bahan impor semacam Armor All atau yang lainnya. Untuk lebih aman, datangi salon mobil yang menggunakan bahan poles bermerek. Kalau memakai racikan sendiri, mintalah garansi kalau bahan dimaksud tak merugikan cat mobil Anda.

Info terkait - salon mobil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar