Selasa, 24 April 2012

Jual Beli Dalam Agama Islam






Jual Beli – Aktivitas yang paling sering dilakukan antara sesama manusia adalah masalah perniagaan atau jual beli, dalam islam, aktivitas jual beli tidak luput dari aturan dan hukum yang telah diatur oleh agama.

Definisi jual beli dalam islam adalah Pertukaran/pemilikan harta dengan harta berdasarkan saling ridha melalui cara yang syar’i. (Syarah Buyu’, hal. 1)

Sedangkan hukum jual beli dalam islam itu sendiri adalah halal dan boleh, sampai ada dalil yang menjelaskan keharamannya. Dalil kebolehannya adalah Al-Qur`an, hadits, dan ijma’ ulama.
Dalil dari Al-Qur`an di antaranya firman Allah Ta'ala: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah: 275)

Dan hukum jual beli dalam islam akan menjadi haram jika tidak memenuhi syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli.

Dan jual beli dalam islam bisa menjadi wajib hukumnya tergantung situasi dan kondisi, yaitu seperti menjual harta anak yatim dalam keadaaan terpaksa.

Berikut ini garis besar  atau syarat-syarat dalam jual beli dalam islam yang biasa anda ketahui:

Terdapat Keridhaan kedua belah pihak (penjual dan pembeli).
Yang melakukan akad jual beli dalam islam adalah orang yang memang diperkenankan menangani urusan ini.
Barang yang diperjualbelikan harus halal dan ada unsur kemanfaatan yang mubah.
Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan.
Akad jual beli dalam islam dilakukan oleh pemilik barang atau yang menggantikan kedudukannya (yang diberi kuasa).
Barang yang diperjualbelikan ma’lum (diketahui) dzatnya, baik dengan cara dilihat atau dengan sifat dan kriteria (spesifikasi)-nya.



Note: Untuk medapatkan keterangan lebih sp esifik tentang jual beli dalam islam ada biasa meruju pada beberapa sumber seperti:
Al-Qura’an Dan Hadist

Syarah Buyu’ min Kitab Ad-Darari, karya Syaikhuna Abdurrahman Al-‘Adani.
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah, Kibarul Ulama Kerajaan Saudi Arabia.

Semoga Bermanfaat:


Info Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar