Rabu, 27 Oktober 2010

Kerangka Umum Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan



Menilai Perusahaan Jasa Keuangan
Kategori Perusahaan Jasa Keuangan (dari perspektif menghasilkan/mengelola dana/uang) sebagai berikut:
1. Bank
menghsilkan uang dari selisih antara bunga dari meningkatkan dana (fund) dengan bunga yang harus dibayarkan kepada penabung.
2. Perusahaan Asuransi
pendapatan dihasilkan dari claims premium dan investasi portfolio.
3. Bank Investasi
pendapatan dari produk berupa saran-saran dan suport untuk meningkatkan modal dari pasar keuangan.
4. Perusahaan Investasi
melakukan investment advice dan mengelola portfolio clients. Income berasal dari fee advisory dan dari fee investment portfolio.

Kerangka Umum Penilaian Perusahaan Jasa Keuangan
Bagaimana menilai perusahaan jasa keuangan ?
1. harus paham/jelas untuk menilai equity pada perusahaan ini dibandingan perusahaan umum lainnya.
2. dibutuhkan sebuah pengukuran cash flow yang tidk mensyaratkan kita untuk mengestimasi kebuthan reinvestment (reinvestment needs) atau kita dapat menguraikan reinvestment menjdi lebih berguna bagi sebuah perusahaan jasa keuangan.

Equity VS Firm
Pada pembahasan sebelumnya, kita menilai perusahaan melalui discounting expected cash flow prior to debt payment at WACC dan untk menilai equity dengan discounting cash flow to equity investors at the cost of equity.

Mengestimasi Discounting expected cash flow prior to debt payment at WACC sulit ketika utang dan pembayaran utang tidak mudah diidentifikasi. Hal ini menjadi sebuah masalah bagi perusahaan jasa keuangan karena banyak perdebatan mengenai ini.

Sedangkan equity bisa dinilai secara langsung dengan menggunakan discounting cash flow to equity investors at the cost of equity kemudian kita akan melakukan multiples secara baik. Equity multiples (seperti price to earning atau price to book ratio) merupakan pengukuran yang lebih baik untuk menilai perusahaan jasa keuangan daripada menggunakan value multiples (seperti value to EBITDA).

Mengestimasi Cash Flow
Untuk menilai equity sebuah perusahaan, biasanya kita menaksir the free cash flow to equity, dengan methode sbb :

The free cash flow to equity = Net income – Net Capital Expenditures – Changes in Noncash working Capital – (Debt repaid – New Debt Issued)
Jika kita tidak dapat mengestimasi Net Capital Expenditures atau Noncash working Capital maka kita tidak bisa mengestimasi The free cash flow to equity.

Ada dua pilihan bagi perusahaan jasa untuk mengatasi masalah ini :
1. Memakai dividen sebagai pengukuran cash flow to equity dan mengasumsikan bahwa perusahaannya over time pay out untuk The free cash flow to equity sebagai dividen. Jika dividen dapat diamati, maka kita tidak akan menghadapi sebuah pertanyaan tentang how much firm reinvest.
2. Pemakaian pengukuran The free cash flow to equity diperkenankan untuk berbagai tipe reinvestment pada perusahaan jasa keuangan. Bank dapat beroperasi dibawah batasan sebuah capital ratio (rasio modal), hal ini dapat dikatakan bahwa perusahaan ini akan menginvestasikan kembali (reinvest) equity capital ke dalam berbagai bentuk investment sehingga membuat banyak pinjaman (loan) di masa yang akan datang.

Sumber: bambang77001.blogspot.com
Temukan semuanya tentang iklan gratis, Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar